NILAI KEBANGSAAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SHAYKH AHMAD SURKATI
Download PDF

How to Cite

Nurmaningtyas, F. (2013). NILAI KEBANGSAAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SHAYKH AHMAD SURKATI. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 8(2), 451-477. https://doi.org/10.21274/epis.2013.8.2.451-477

Abstract

Nilai-nilai kebangsaan bersumber, mengakar dan dipersepsikan dari nilai yang telah hidup dalam khazanah budaya. Lalu nilai-nilai itulah yang mengakomodasikan dan menyatukan kemajemukan bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut mengacu pada empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Shaykh Ahmad Surkati membangkitkan kesadaran Muslim Indonesia akibat penjajahan. Ia menggunakan pendidikan sebagai media pemurnian Islam di Indonesia. Surkati yakin bahwa pendidikan merupakan cara paling efektif untuk mengubah masyarakat agar mencapai kemajuan. Menurutnya, menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam pendidikan Islam masih relevan untuk dilakukan saat ini. Dengan demikian, mengamalkan nilai-nilai kebangsaan melalui pendidikan Islam adalah cara yang paling efektif untuk mewujudkan manusia yang berharkat dan martabat dalam arti yang sesungguhnya.

The values of nationality are from, takes root and they are taken from values of Indonesia cultures which accommodate and unify the plurality of Indonesia. Those values refer to the consensus of the four pillars of nation: Pancasila, constitution of 1945, The Unitary State Republic of Indonesia, and Bhinneka Tunggal Ika. Shaykh Ahmad Surkati raise awareness of Indonesian Moslems due to colonization. He used the medium of education as purification of Islam in Indonesia. Surkati believe that education is the most effective way to change society in order to achieve progress. According to him, internalize the values of nationalism in Islamic education is relevant to do nowadays. Thus, the practice of national values through Islamic education is the most effective method to realize dignity human in essential meaning.

https://doi.org/10.21274/epis.2013.8.2.451-477
Download PDF

Creative Commons Licence

Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License