ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN PERSPEKTIF KH. HASYIM MUZADI
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 11 No 01 June 2016
PDF

How to Cite

Rasyid, M. (2016). ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN PERSPEKTIF KH. HASYIM MUZADI. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 11(1), 93-116. https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.93-116

Abstract

Islam adalah agama rahmat untuk semesta alam. Agama yang telah melewati pelbagai tahapan ujian di dunia, mulai dari ujian zaman jahiliah, hingga zaman teknologi. Posisinya sebagai agama yang merahmati seluruh alam sekaligus sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya menjadikan Islam istimewa. Salah satu tokoh yang mampu melihat dan memetik keistimewaan Islam itu adalah KH. Hasyim Muzadi. Dengan mengusung gagasan Islam Rahmatan lil Alamin, ia berhasil menampilkan wajah Islam yang khas, komprehensif, holistik dan building in Qur’an, dibandingkan istilah Islam Liberal, Islam Progresif, Islam Nusantara dan lain sebagainya. Ada tiga metode yang ia gunakan dalam mengampanyekan konsep tersebut: pendekatan dakwah, pendekatan hukum dan pendekatan politik. Ketiganya, dapat membawa Islam dengan rahmat, damai dan lemah lembut, di negara-bangsayang multi-agama, suku, etnis dan budaya.

Islam is the grace religion for the universe. It’s religion has gone through various stages of examination at the world, start from jahiliah era, until theage of technology. The position of Islam as the religion grace on the wholeof nature as well as complement the previous religions makes it special. One of the figures who is able to watch and reap the privileges of Islam is KH. Hasyim Muzadi. By campaigning the idea of Islam Rahmatan lil Alamin, he managed to show the face of Islam typical, comprehensive, holistic and building in the Qur’an, than Liberal Islam, Progressive Islam, Islam Nusantara etc. There are three methods used in the campaign of this concept: dakwah, law and a political approach. The third approach, can carry Islam with grace, peace and gentleness, in the multi-religion nation-state, ethnicity and culture.


https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.93-116
PDF

References

Abduh, Muhammad, Risalah Tauhid, Jakarta: Bulan Bintang, 1979.

Al-Darami, Abi Muhammad Abdillah bin Abdirrahman bin al-Fadhl,

Kitâb al-Musnad al-Jâmi’, Beirut: Dâr al-Basyâ’ir al-Islâmiyah, 2014.

Al-Thabari, Abi Ja’far Muhammad bin Jarir, Tafsîr al-Thabarî Jâmi’u

al-Bayâni ‘an Ta’wîli ay al-Qur’âni, Mesir: Markaz al-Buhûts wa al-

Dirâsât al-Arabiyat wa al-Islâmiyat, 2001.

Arnold, Thomas W, Sejarah Da’wah Islam, Jakarta: Wijaya, t.t.

Armstrong, Karen, Compassion: 12 Langkah Menuju Hidup Berbelas Kasih, Bandung: Mizan, 2012.

Arsilan, Amir Sakib, Limâdza Taakhkhara al-Muslimûn wa Limâdza

Taqaddama Ghairuhum, Beirut: Dâr Maktabah al-Hayât, t.t.

Hafner, Robert W, Civil Islam: Islam dan Demokratisasi di Indonesia, Jakarta: Institut Studi Arus Informasi, 2001.

Hidayat, Adian Husaini dan Nuim, Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi,

Penyimpangan dan Jawabannya, Jakarta, Gema Insani Press, 2002.

Machasin, Islam Dinamis, Islam Historis: Lokalitas, Pluralisme, Terorisme, Yogyakarta: LKiS, 2001.

Mandzur, Ibnu, Lisânul Arab, Beirut: Dâr Ihyâ al-Turâts al-Arabi, 1999.

Misrawi, Zuhairi, Revitalisasi Islam “Rahmatan lil ‘Alamin”, Jakarta: Kompas, 2011.

Muhammad, Abi al-Qasim al-Husain Ibn, al-Mufradâtu fî Gharîbi al-Qur’âni, Mekkah: Maktabah Nizâr Mustafa al-Bâz, 2009.

Munawwir, Imam, Salah Paham Terhadap al-Qur’an, Surabaya: PT Bina

Ilmu, 1983.

Muzadi, Abdul Muchith, Mengenal Nahdlatul Ulama, Surabaya: Khalista,

Muzadi, Hasyim, “Mengapa Indonesia? Bukan Khilafah?” dalam Youtube,

diakses tanggal 21 Mei 2016.

________, “Membangun Format Kerukunan Umat Beragama di

Indonesia,” dalam Pengembangan Kerukunan Umat Beragama di NTT,

Maumere, Ledalero, 2007.

________, Cermin Visi Global NU, Jakarta: NU Online, 2007.

________, KH Hasyim Muzadi dan FPI, diakses tanggal 23 Mei 2016.

________, Mengembangkan NU melalui Penyembuhan Luka Bangsa, Jakarta: PBNU, 2002.

Rasyid, Muhammad Makmun, Politisasi Agama, Jakarta: Kalimaya

Publishing, 2015.

Shihab, M. Quraish, Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai

Persoalan Umat, Jakarta: Mizan, 1998.

Zakariya, Abi Husain Ahmad Ibn Faris Ibn, Mu’jam Maqâyîsu al-Lughati,

Beirut: Dâr al-Fikr, 1979.

Creative Commons Licence

Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License