PERAN AGAMA DALAM MULTIKULTURALISME MASYARAKAT INDONESIA
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 11 No 01 June 2016
PDF

How to Cite

Mubit, R. (2016). PERAN AGAMA DALAM MULTIKULTURALISME MASYARAKAT INDONESIA. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 11(1), 163-184. https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.163-184

Abstract

Multikulturalisme merupakan pengakuan bahwa beberapa kultur yang berbeda bisa eksis dalam lingkungan yang sama dan menguntungkan satu dan lainnya. Indonesia adalah bangsa yang sangat beragam adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri lagi. Keragaman Indonesia tidak saja tercermin dari banyaknya pulau yang dipersatukan di bawah satu kekuasaan negara, melainkan juga keragaman warna kulit, bahasa, etnis agama dan budaya. Dalam perspektif sosiologi, agama dipandang sebagai sistem kepercayaan yang diwujudkan dalam perilaku sosial tertentu. Agama berkaitan dengan pengalaman manusia, baik sebagai individu maupun kelompok. Oleh karena itu, perilaku yang diperankan oleh individu ataupun kelompok itu akan terkait dengan sistem keyakinan dari ajaran agama yang dianutnya. Perbedaan cara pandang agama dapat menimbulkan fanatisme sempit dan penguncian diri terhadap pandangan lain dalam masyarakat. Maka agama memiliki potensi untuk menimbulkan suatu konflik internal maupun eksternal yang akhirnya dapat merugikan masyarakat itu sendiri.

Multiculturalism is an acknowledgment that several different cultures can exist in the same environment and benefit from each other. Indonesia is avery diverse nation is a fact that can’t be denied by anyone. The diversity of Indonesia is not only reflected in the many islands that are united under the authority of the state, but also the diversity of skin color, language, religion and ethnic culture. In the perspective of sociology, religion is seen as a belief system that is embodied in certain social behaviors. Religion deals with human experience, both as individuals and groups. Therefore, the behavior that is played by individuals or groups that would be associated with the belief system of the teachings of their religion. The differences of religious paradigm can lead to narrow fanaticism and exclusivism to another in society. So religion has  the potential to cause an internal and external conflicts could be detrimental to the itself.

https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.163-184
PDF

References

Abdullah, M. Amin, Pendidikan Agama Era Multikultural-Multireligius,

Jakarta: PSAP, 2005.

Azra, Azyumardi, Merawat Kemajemukan, Merawat Indonesia, Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Banton, Michael, Racial and Ethnic Competition, New York: Cambridge

University Press, 1983.

Geertz, Clifford, “The Near East In The Far East: On Islam In Indonesia”,

Occasional Paper Of The School Of Social Science Desember,

http://www.mardetymardinsyah.com, diakses pada tanggal 19 November 2015.

Jamrozik, Adam, The Chains of Colonial Inheritance: Searching for Identity in a Subservient Nation, Sydney: University of New South Wales Press Ltd, 2004.

Jamil, Mukhsin, “Multikulturalisme dalam Perspektif Agama dan

Kepercayaan”, Makalah, disampaikan dalam Seminar Nasional

Pelaksanaan Multikulturalisme dalam Pembangunan Kebudayaan

dan Pariwisata, diselenggarakan oleh Kementerian Budaya dan

Pariwisata RI, tanggal 7 Juli 2011.

Khaldun, Ibnu,. Mukaddimah, terj. Masturi Irham, dkk, Jakarta Timur:

Pustaka Al-Kautsar, 2011.

Koentjaraningrat, Pengantar Antopologi, Jakarta: Aksara Baru, 1982.

Madung, Otto Gusti, “Politik Diferensiasi: Memahami Konsep Multikulturalisme Charles Taylor”, Makalah, disampaikan dalam Seminar Internasional Multikultural dan Globalisasi 2012 Universitas Indonesia.

Mahfud, Choirul, Pendidikan Multikultural, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,

Muhtarom, Reproduksi Ulama di Era Globalisasi, Yogyakarta: Pustaka

Pelajar, 2005.

Mujiburrohman, Mengislamkan Indonesia: Representasi dan Ideologi,

Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Sirry, Mun’im A., “Agama, Demokrasi dan Multikulturalisme”, dalam

Kompas, 1 Mei 2003.

Suparlan, Parsudi, “Kesetaraan Warga dan Hak Budaya Komuniti dalam

Masyarakat Majemuk Indonesia”, dalam Jurnal Antropologi Indonesia, 2001.

Suryadinata, Leo, “Indonesia State Policy toward Ethnic Chinese: From

Asimilation to Multiculturalism?”, dalam Jurnal Antropologi Indonesia,

Suseno, Franz Magnis, et.al., Memahami Hubungan Antaragama, terj.

Burhanudin Dzikri, Yogyakarta: elSAQ Press, 2007.

Creative Commons Licence

Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License