ETOS PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT NU
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 11 No 01 June 2016
PDF

How to Cite

Irawan, R. (2016). ETOS PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT NU. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 11(1), 149-162. https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.149-162

Abstract

NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia. Keberhasilannya dalam mengemban misi dakwah di tengah masyarakat telah menjadi bukti bahwa NU adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dalam dinamika sejarah perkembangan bangsa Indonesia. Namun di balik kesuksesannya dalam dimensi sosio-religius itu ternyata berbanding terbalik dengan kondisi kesejahteraan ekonomi masyarakat Nahdliyin khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Meski secara prinsip keorganisasian NU sudah lama merumuskan konsep kesejahteraan ekonomi, akan tetapi secara praktis NU masih terkesan kurang memprioritaskan pemberdayaan dalam sektor ekonomi. Apalagi dalam menghadapi MEA (Masyarakat EkonomiASEAN), strategi dan tindakan NU dalam mengemban amanat untukmeningkatkan kesejahteraan umat haruslah tepat. Ketepatan strategi dan tindakan yang dimaksud tentu tetap berlandaskan pada dimensi keagamaan yang jelas. Beberapa di antaranya sebagaimana dalam al-Qur’an yang menjunjung tinggi etos transformasi (Q.S. 16:125), etos kerja (Q.S. 9: 105),etos intelektual (Q.S. 48: 11), etos sosial (Q.S: 107:1-3), etos moral (Q.S.87: 14-15) dan etos penghargaan (Q.S.99:7). Maka dari itu, artikel ini bertujuan untuk menelisik apa saja faktor penghambat yang menyebabkan NU terkesan lamban dalam peran peningkatan kesejahteraan hidup umat, sekaligus menyuguhkan strategi dan tindakan aplikatif yang jitu sebagai problem solving atas krisis multidimensi yang mendera masyarakat dewasa ini.

NU is the largest Muslim organization in Indonesia. Its success in the mission of preaching in the community has become evident that NU can’t be separated in the dynamics of the historical development of the Indonesian. But behind the success in socio-religious dimension it faces a problem about the Nahdliyin’seconomic welfare. Although the principle of organizational NU had long been formulating, but practically NU still less impressed prioritize empowerment in the economic sector. Moreover, in response to MEA (ASEAN Economic Community), a strategy and action NU in undertaking to improve the welfare of the people must be right. Appropriateness of strategies and actions is of course still based on a clear religious dimension. Some of them, as in the Qur’an that up holds the ethos of transformation (Q.S. 16: 125), work ethos (Q.S. 9: 105), intellectual ethos (Q.S. 48: 11), a social ethos (Q.S.107: 1-3 ), moral ethos (Q.S. 87: 14-15) and the ethos of the award (Q.S.99: 7). Therefore, this article is to search for any factors that cause sluggish NU impressed in the role of improving the welfare of people’s lives, as well as presenting a strategy and action applicative sniper as problem solving on the multidimensional crisis that plague society today.

https://doi.org/10.21274/epis.2016.11.1.149-162
PDF

References

Azizy, A. Qodri, Melawan Globalisasi, Cet. III, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Afkar, Tashwirul, Ekonomi NU: Mengembalikan Spirit Nahdlatut Tujjar, Edisi No. 28 Tahun 2009, Jakarta: Lakpesdam NU, 2009.

Engineer, Asghar Ali, Islam dan Pembebasan, Cet. II, Yogyakarta: LKiS,

Fadeli, Soeleiman, Antologi Sejarah, Istilah, Amaliyah, Uswah NU, Cet. III, Surabaya: Khalista, 2010.

Hasan, M. Thalhah , Prospek Islam dalam Menghadapi Tantangan Zaman, Cet. III, Jakarta: Lantabora Press, 2003.

________, Islam dan Masalah Sumberdaya Manusia, Cet. IV, Jakarta:

Lantabora Press, 2005.

Muzadi, Abdul Muchith, Mengenal Nahdlatul Ulama, Cet. I, Surabaya:

Khalista, 2004.

Bizawi, Zainul Milal, Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad, Cet. I, Jakarta: Pustaka Compas, 2014.

El-Mawa, Mahrus, dkk, 20 Tahun Perjalanan NU: Memberdayakan Warga

NU, Cet. I, Jakarta: Lakpesdam NU, 2005.

Mahfudh, Sahal, Nuansa Fikih Sosial, Cet. II, Yogyakarta: LKiS, 2003.

Machendrawaty, Nanih dan Syafie, Agus Ahmadi, Pengembangan Masyarakat Islam: dari Ideologi, Strategi, Sampai Tradisi, Cet. I, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001.

Wahid, Abdurrahman, Islamku, Islam Anda, Islam Kita, Cet. II, Jakarta:

The Wahid Institute, 2006.

Creative Commons Licence

Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License